Wisatawan di Yogyakarta Mulai Blusukan ke Desa Wisata, Aktivitas Wisata Merata

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 dan awal PPKM Level 2, sebagian besar wisatawan yang datang ke Yogyakarta umumnya menuju destinasi wisata di kota, seperti Malioboro. Namun sejak PPKM Level 2 berlaku selama beberapa pekan, destinasi wisata di perdesaan mulai dibuka dan wisatawan juga menuju ke sana.

Salah satunya kawasan wisata di dataran tinggi Yogyakarta, seperti Kaliurang dan desa wisata di sekitarnya yang menyuguhkan pemandangan berlatar Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, yang kini menggeliat penuh. Para wisatawan blusukan ke desa wisata di berbagai tempat untuk menikmati air sungai yang jernih, hamparan sawah, dan jajanan khas di perdesaan yang menjadi ciri khas.

Di Desa Wisata Ledok Sambi, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, diserbu wisatawan berbagai daerah pada Minggu 21 November 2021. Desa wisata ini memiliki berbagai aktivitas wahana luar ruang, makan di alam terbuka, dan sungai jernih.

Para wisatawan berduyun-duyun datang sejak siang sampai sore. Mereka berasal dari Cilacap, Semarang, Surabaya, Jakarta, dan Bandung. “Kami sudah lama ingin ke sini, namun baru buka sekarang karena selama PPKM Darurat semua destinasi wisata tutup,” kata Suparno, 48 tahun, wisatawan dari Semarang, Jawa Tengah, yang mengajak istri dan dua anaknya.

Suparno mengatakan, Desa Wisata Ledok Sambi memiliki keunikan dan cocok sebagai tempat melepas penat di akhir pekan. “Makanan dan jajanannya murah, pemandangannya bagus, udaranya sejuk, serta fasilitasnya banyak,” kata dia. Desa Wisata Ledok Sambi juga menyuguhkan suasana desa lereng Gunung Merapi yang masih asri.

Sebagian besar wisatawan yang datang ke Desa Wisata Ledok Sambi menikmati kopi, teh poci, aneka gorengan, hidangan khas perdesaan, seperti sayur dan berbagai lauk pauk. Anak-anak bermain flying fox yang membelah sungai. Di bawahnya, ada beberapa wisatawan yang bermain air sungai yang dangkal dan jernih.

Saat aktivitas pariwisata sudah mulai menggeliat kembali, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mendukung langkah pemerintah pusat yang akan menerapkan PPKM Level 3 menyambut libur Natal dan tahun baru. Status PPKM Level 3 itu berlaku 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Sekretaris DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, PPKM Level 3 akan membantu mengetatkan pergerakan masyarakat yang pada akhirnya menekan kasus Covid-19. Namun demikian, dia melanjutkan, pemerintah DI Yogyakarta tak akan menutup destinasi wisata selama PPKM Level 3, seperti sebelumnya.

“Kami tidak menutup destinasi wisata, melainkan mengatur kunjungan, mengawasi kapasitas di setiap objek wisata, dan membatasi durasi kunjungan,” kata Aji. Saat ini, menurut dia, sudah tak mungkin lagi menutup destinasi wisata atau menghalangi wisatawan datang karena semua objek wisata sudah beroperasi.

Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Singgih Raharjo mengatakan, saat PPKM level 3 selama libur Natal dan tahun baru nanti, aktivitas pariwisata di Yogyakarta tetap berjalan. “Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana tetap meningkatkan kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.

#pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.