Kurt Cobain dan Banalitas Kepopulerannya

TEMPO.CO, Jakarta -Kurt Cobain menjadi ikon bagi remaja 1990-an. Hal ini tidak lepas dari musik aliran grunge bersama Nirvana dan juga movement yang ia bawa.

Tidak bisa dipungkiri, Kurt Cobain juga sering menyuarakan pendapatnya terkait isu sosial selain itu, ia juga menyinggung popularitas dalam lagunya.

Salah satu lagu yang menyinggung soal ini yaitu, Smeels Like Teen Spirit yang terdapat di dalam album Nevermind (1992). “Here we are now, entertain us” lirik ini menjadi dominan di dalam lagu tersebut. Lagu yang juga memiliki video klip ini juga menggambarkan diri Kurt dari segi visualisasi.

Dalam video tersebut tampak pria berkepala plontos dan memegang pel. Karakter tersebut menggambarkan diri Kurt sebelum menjadi seorang musisi populer.

Hal ini cukup membekas di dalam diri Kurt pasalnya, sebelum album Nevermind meledak di pasaran, ia menjadi seorang petugas kebersihan di sekolah.

Terkait popularitas, dalam interview-nya bersama Rolling Stone Magazine—Kurt Cobain, The Rolling Stone Interview: Success Doesn’t Suck (27 Januari 1994)—Kurt tidak keberatan dengan kepopulerannya. Walaupun ia dengan berat hati untuk mengatakan ‘kesuksesannya itu tidak benar-benar payah’.

Selanjutnya : Sebab, Kurt merasa hidupnya…

123 Selanjutnya

Sebab, Kurt merasa hidupnya lebih ‘survive’ ketika ia menjadi seorang musisi.

“Itu sangat cepat dan eksplosif,” katanya dengan suara serak dan mengantuk dari krisis kepercayaan pertamanya setelah kesuksesan balistik Nevermind. “Saya tidak tahu bagaimana menghadapinya. Jika ada kursus Rock Star 101, saya ingin mengambilnya. Itu mungkin bisa membantu saya,” ujarnya.

Sebelum menjadi rock star, Kurt sudah memulainya sejak tahun 1985—ketika Kurt berkenalan dengan Krist Novoselic (bassist Nirvana). Penampilan publik pertama mereka dimulai pada tahun 1987 di sebuah pesta rumah. Dengan Novoselic dan Burckhard, ‘prototype’ Nirvana terbentuk dengan menghasilkan lagu Love Buzz pada tahun 1988.

Kurt juga semakin banyak diperbincangkan publik setelah menjalin hubungan dengan Courtney Love, seorang musisi juga, yang kemudian dinikahinya. Banalitas kepopulerannya semakin menjadi, setelah pemberitaan hanya membincangkan kehidupan pribadinya, bukan karya yang ia buat bersama Nirvana.

Pasalnya, Kurt Cobain mendedikasikan hidupnya untuk bermusik. Sebab, hanya itu yang ia miliki setelah tidak lagi bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah. Tidak heran jika anekdot “Kurt terbunuh popularitas” muncul pasca kematiannya pada April 1994.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.