Cornelia Agatha Dilantik Jadi Ketua Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta

Aktris Cornelia Agatha dilantik menjadi Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi DKI Jakarta pada Rabu, 22 Desember 2021. Cornelia Agatha dan pengurus baru lainnya dilantik oleh Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

“Puji Tuhan, pelantikan Pengurus Komnas Perlindungan Anak Provinsi DKI Jakarta, saya terpilih menjadi Ketua Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta. Mohon doa dan supportnya. Terima kasih, Bapak @aristmerdeka.official @komnasanak @komnasanakdki. Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” tulis perempuan 48 tahun itu di Instagram Story.

Cornelia Agatha sejak lama sudah aktif bersuara terutama mengenai isu perempuan dan anak. Aktivis sekaligus pengacara ini juga merupakan pendiri dari organisasi Cinta Anak Dunia yang fokus untuk menciptakan dunia yang bebas dari stigma, kekerasan, diskriminasi bagi anak dan perempuan Indonesia.

Dengan dilantiknya sebagai Ketua Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta, pemeran karakter Sarah di sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini ingin berjuang untuk melindungi anak-anak Indonesia. “Melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan adalah tanggung jawab kita bersama. Berikanlah empati dan cinta kasih. Karena setiap anak adalah anak kita,” tulis Cornelia Agatha di Twitter pada Rabu, 22 Desember 2021.

Pengangkatan Cornelia Agatha ini disambut positif warganet. “Selamat mengemban amanah mba, semoga anak-anak Indonesia selalu terlindungi dan masa depan anak-anak Indonesia cerah ceria, amin,” tulis @dana***. “Tugasmu ini berat dan kadang sangat melelahkan tapi mulia,” tulis @adia***. “Selamat mba, semoga bisa menjaga amanah dengan baik ya mbak, semoga masa depan anak-anak Indonesia ke depannya bisa lebih baik lagi,” tulis @choco***.

Cornelia Agatha punya ambisi untuk menjadi pengacara yang berfokus memperjuangkan hak-hak anak yang menjadi korban kekerasan. Saat menyelesaikan skripsi untuk mendapatkan gelar Sarjana Hukum tiga tahun lalu, Cornelia Agatha memotret kehidupan anak-anak korban perang di Suriah sebagai bahan skripsinya. Ia ingin membuka mata banyak orang tentang betapa menyedihkan nasib anak-anak yang berada di wilayak konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.